Seni Berbicara dan Berperilaku: Aspek Subasita (Sopan Santun) Pranatacara dalam Tinjauan Serat Sana Sunu
Primary tabs

Yogyakarta – Subasita atau sopan santun merupakan salah satu nilai luhur dalam budaya Jawa yang tercermin melalui cara seseorang berbicara, bersikap, dan berperilaku. Nilai tersebut memiliki peran penting dalam dunia pranatacara, yakni seni membawakan atau memandu suatu acara dengan memperhatikan ketepatan bahasa, tata krama, serta etika dalam berkomunikasi.
Sebagai upaya memperluas wawasan mengenai nilai-nilai kesantunan dalam budaya Jawa, Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Jawa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengangkat tema “Seni Berbicara dan Berperilaku: Aspek Subasita (Sopan Santun) Pranatacara dalam Tinjauan Serat Sana Sunu.” Pembahasan ini berfokus pada pemahaman dan penerapan nilai-nilai subasita dalam keterampilan berbicara serta berperilaku, khususnya bagi seorang pranatacara.
Melalui kajian terhadap Serat Sana Sunu, peserta diajak untuk memahami bagaimana ajaran moral dan etika dalam karya sastra Jawa dapat menjadi pedoman dalam membangun sikap santun, memilih tuturan yang tepat, serta menyesuaikan perilaku dengan situasi dan lingkungan sosial. Nilai-nilai tersebut tidak hanya relevan bagi seorang pranatacara, tetapi juga penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari pelestarian budaya Jawa.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Drs. Suwarna, M.Pd. sebagai keynote speaker, dengan Helmi Handre Anysah, S.Pd. dan Ananda Siti Nur Anisah sebagai pemateri. Diskusi dipandu oleh Ardhita Dwi Saputra, S.Pd. selaku moderator.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memperdalam pemahaman mengenai pentingnya keselarasan antara tutur kata dan perilaku dalam budaya Jawa. Selain menjadi ruang pengembangan wawasan akademik, pembahasan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.